Hikmah dalam Melakukan Ibadah Haji dan Umroh

Ibadah Haji dan Umroh adalah pelaksanaan dari rukun islam yang terakhir atau kelima. Pada saat kita melaksanakan haji, kita tidak hanya mendapatkan pahala akan tetapi ada hikmah atau manfaat pada saat melaksanakan haji maupun umroh. Sebelum mengetahui apa saja itu hikmah-hikmah dari ibadah haji dan umroh, ada baiknya anda mengenal apa itu hikmah sebenarnya.

Pada umumnya hikmah dapat diartikan sebagai dampak atau pengaruh yang timbul di diri seseorang setelah melaksanakan atau melakukan sesuatu. Oleh sebab itu, hikmah haji dan umroh dapat diartikan sebagai dampak atau pengaruh yang didapatkan pada saat melakukan ibadah haji dan umroh. Apakah setelah selesai melaksanakan ibadah haji dam umroh ada perubahan atau tidak?. Tentunya perubahan tersebut adalah perubahan yang bersifat kepada kebaikan dan bukan sebaliknya.

Adapun hikmah-hikmah lain yang terkandung di ibadah haji dan umroh, sebagaimana yang telah janjikan oleh Rosulullah SAW ialah :

1. Pada saat kita mengunjungi tanah suci Mekkah atau berkunjung Baitullah Ka’bah, kita menjadi seorang tamu dari Allah. Bagaimanapun harus dipahami bahwasanya bukanlah Allah bertempat tinggal disitu melainkan Allah itu ada dimana-mana saja bagi orang yang percaya kepadanya. Mengapa Ka’bah dikatakan sebagai Rumah Allah dikarekanakan Nabi Ibrahim a.s berkata “Demikianlah orang yang melaksanakan haji adalah tetamu istimewa Allah”.

2. Membersihkan Dosa, yang berarti pada saat kita melaksanakan ibadah haji dan umroh kita mendapatkan kesempatan untuk bertaubat dan meminta ampun kepada Allah. Ibadah haji dan umroh itu sendiri apabila dilaksanakan dengan sempurna dan tidak dicampuri oleh perbuatan-perbuatan keji dan tidak berbuat fasik, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya sehingga ia akan bersih seperti baru lahir ke dunia ini.

3. Mendapatkan tarbiah langsung dari Allah yang bermaksud dikalangan bagi mereka yang pernah melaksanakan ibadah haji dan umroh adalah kemuncak ujian dari Allah Swt. Hal tersebut disebabkan orang-orang yang melaksanakan ibadah haji terlalu ramai hingga mencapai angka jutaan orang.

4. Iktibar dari orang-orang sholeh- Tanah suci Mekah merupakan tempat penuh dengan peristiwa-peristiwa bersejarah. Diantaranya adalah sejarah nabi-nabi dan rasul, para tabiin, para sahabat Rasulullah, tabi’ut tabiin dan salafus soleh yang mengiringi mereka. Peristiwa tersebut sesunguhnya dapat diambil menjadi iktibar atau pengajaran tuk membangun kembali jiwa seseorang.

5. Perpaduan umat islam atau syiar – yang berarti saat mereka yang pergi ke tanah suci Mekkah itu hanya mempunyai satu tujuan dan matlamat iaitu menunaikan perintah Allah atau kewajiban rukun islam yang ke-5. Untuk memenuhi tujuan tersebut para jamaah melakukan perbuatan yang sama, memakai pakaian yang sama, mengikut aturan yang sama, atau dapat dikatakan semuanya sama. Hal tersebut menjadi gambaran bahwa inilah perpaduan atau satu hati umat islam dan gambaran yang semestinya diamalkan dalam kehidupan seharian umat islam apabila mereka berpulang ke negaranya masing-masing.

6. Merasakan bayangan padang mahsyar- bagi orang yang belum pernah melaksanakan haji sebelumnya tentu tidak akan mengetahui atau belum melihat perhimpunan ratusan ribu orang yang sama tiada beza. Hal tersebut dapat dilihat saat melaksanakan ibadah haji dan umroh. Perhimpunan di padang arafah akan menghilangkan status dan perbedaan hidup manusia sehingga tidak akan ada si kaya dan si miskin, hartawan, raja atau sebagainya. Semuanya sama dengan pakaian seledang kain putih tidak berjahit. Seperti pada firman Allah ‘Al-Hujurat-13’ “Sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah merupakan siapa yang paling takwa”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *